Syawalan tradisi Indonesia, tidak dalam Islam

great time cookies😋
(supposed to be kue kering lebaran)

Hukum Syawalan yang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia, padahal tidak ditemukan dalam Islam.
 شكرا ​جَزَاك اللهُ خَيْرًا

Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc,MA :
(Disusun Di BBG Majlis Hadits: Tanya Jawab Masalah 244)

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Tradisi itu ada 2 macam:

1) Tradisi yg baik dan sesuai dengan syariat Islam, atau tidak bertentangan dengan prinsip2 agama Islam. Maka tradisi semacam ini boleh dilestarikan. Sbgmana tradisi orang2 Arab di zaman Jahiliyah seblm datangnya Islam dlm menyambut dan memuliakan tamu.

2) Tradisi yg buruk, mengandung madharat, dan bertentangan dengan prinsip2 ajaran Islam, spt terkandung didlmnya kekufuran, kemusyrikan, kefasikan, kebid'ahan dsb. Maka Tradisi semacam ini Wajib dijauhi dan ditinggalkan.

Tradisi Syawalan dengan melakukan ibadah2 atau acara2 tertentu termasuk dalam Tradisi kedua yg harus dijauhi dan ditinggalkan. Karena tidak ada satu dalilpun yg mensyariatkan dan mengkhususkan ibadah tertentu pada bulan Syawal selain anjuran berpuasa sunnah 6 hari dari bulan Syawwal.

Apalagi kebanyakan tradisi Syawalan tsb telah tercampuri dengan berbagai macam bentuk kemusyrikan dan kebid'ahan serta kemungkaran.

Oleh karena itu, wajib bagi kita mengikuti dan mengamalkan ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, meskipun sedikit sekali orang2 yg mengamalkannya. Sebab barometer kebenaran itu bukan diukur dengan banyaknya pengikut. Akan tetapi diukur berdasarkan kesesuaiannya terhdp petunjuk Allah dan Rasul-Nya di dlm Al-Quran dan As-Sunnah yg Shohih.

Didalam hadits yg Shohih, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: (Wa khoirol Hadyi Hadyu Muhammadin)
Artinya: "Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam."
Dan beliau jg bersabda: (Wa iyyaakum wa muhdatrsaatil umuuri fa inna kulla muhdatsatin bid'ah wa kulla bid'atin Dholalatun)
Artinya: "Dan waspadalah kalian terhadap perkara2 baru (dlm agama), krn setiap perkara baru (dlm agama) adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah kesesatan."

Di dalam bebrp ayat Al-Quran, Allah berfirman menjelaskan bahwa jumlah mayoritas manusia tidaklah beriman, tetapi justru mereka selalu berbuat syirik, tidak bersyukur kpd Allah, dan selalu mengikuti kesesatan. Diantaranya adalah firman-Nya:

(*) (Wa ma yu'minu aktsaruhum billahi illa wa hum musyrikuun)
Artinya: "Kebanyakan dari mereka tidaklah beriman kpd Allah melainkan mereka berbuat syirik."

(*) Dan firman-Nya pula: (Wa ma aktsarun-naasi walau haroshta bi mu'miniin)
Artinya: "Dan kebanyakan manusia itu tidaklah beriman meskipun engkau (hai Muhammad) bersungguh-sungguh memberikan petunjuk kpd mereka."

(*) Dan firman-Nya pula: (Wa in tuthi' aktsaro man fil ardhi yudhilluuka 'an sabiilillah)
Artinya: "Dan jika engkau mentaati kebanyakan orang yg ada di muka bumi, niscaya mereka menyesatkanmu dari jalan Allah."

(*) Dan firman-Nya pula: (Wa Laakinna aktsaron naasi la yasykuruun)
Artinya: "Akan tetapi kebanyakan manusia tidaklah bersyukur."

(*) Seorang ulama Tabi'in, Al-Fudhoil bin 'Iyadh rahimahullah berkata: "Wajib bagimu mengikuti jalan2 petunjuk (kebenaran), dan sedikitnya orang yg mengikuti jalan tsb tidak akan membahayakanmu. Dan wasapadalah kami dari mengikuti jalan2 kesesatan, dan janganlah kamu tertipu dengan banyaknya orang2 binasa (yg mengikuti jalan tsb)."

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg menjadi ilmu yg bermanfaat.
Wallahu a'lam bish-showab. Wabillahi at-taufiq.

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Adz-Dzikr (pemberi peringatan) merupakan salah satu dari nama lain Al-Qur'an. Allah menyebut nama Adz Dzikr diantaranya dalam surat Al Hijr (yang artinya): “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS.Al-Hijr/15:9). Adz-Dzikr juga merupakan asal-usul kata dzikir yang menurut syariat Islam berarti mengingat Allah SWT.

0 komentar:

Post a Comment