Palestina (Part.2)

Sekilas Palestina:

Palestina ketika merupakan bagian Daulah Khilafah Islamiyyah meliputi Lud, Ramalah, Nablus, Yaffa, 'Asqalân, Gaza, dan Tepi Barat.

1897

Kongres Yahudi di Basel, Swiss, dipelopori oleh Theodore Hertzl.

Hertzl mendesak Khalifah Abdul Hamid agar menerima secara berangsur-angsur konstitusi Jerman, membujuk membuka kantor diplomatik Jerman di Istambul, dan mendesak Khalifah agar membuat keputusan bahwa Daulah Khilafah Utsmaniyyah mengakui imigrasi orang-orang Yahudi ke Bumi Palestina.

Khalifah menolak melepaskan Palestina walaupun hanya sejengkal.

1914 - Pecah Perang Dunia I.

1917

Montinger mengirimkan surat ke Parlemen Inggris tentang dukungannya bagi terbentuknya negara Yahudi di Palestina.

Dalam Perjanjian Balfour, Inggris menjanjikan untuk memberikan Palestina kepada Yahudi sebagai tanah air mereka.

Lord Lanby memasuki Al Quds dengan menyatakan 'Baru sekaranglah perang Salib berakhir'.

1918

Khilafah Utsmaniyyah yang berpusat di Turki kalah dalam Perang Dunia I.

Sykes, menteri Inggris, menggambarkan batas-batas negara Palestina dan menempatkan Yahudi di dalamnya.

1924 - Inggris berhasil meruntuhkan Khilafah Islamiyyah (Utsmaniyyah) lewat agennya Musthafa Kemal

1948

Israel didirikan di bumi Palestina yang langsung diakui oleh AS, Rusia, dan Inggris.

Negara-negara Arab memberikan kemudahan kepada orang-orang Yahudi yang ada di Mesir, Irak, Yaman, serta Saudi untuk berimigrasi ke kawasan Palestina.

PBB (atas usulan AS) mengeluarkan resolusi nomor 151 yang menetapkan pembagian wilayah Palestina menjadi dua negara, yaitu Yahudi dan Palestina.

1964 - Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) didirikan.

1965

Gerakan Fatah (yang menjadi PLO) pimpinan Yasser Arafat didirikan .

PLO menyetujui Resolusi PBB No. 151 dengan menyerukan meletakkan senjata, menghentikan teror dan melakukan perdamaian.

1967

Inggris mengirimkan bantuan sejumlah pesawat tempur beserta pilot tempur dan penasihat militernya ke Israel.

Persekongkolan Yordania (Raja Hussein) dan negara Arab lainnya dengan melakukan pembantaian keji terhadap kaum muslim yang ikhlas membebaskan Palestina serta menyerahkan Tepi Barat (yang didalamnya terdapat Baitul Maqdis dan Masjid al Aqsha) ke tangan Israel.

Yasser Arafat mengumumkan secara 'jelas' bahwa solusi Palestina adalah dengan mendirikan negara demokrasi-sekuler.

1973, 1982, 1986 Terjadi pertempuran dan pembantaian oleh Israel.

1987-1999

Berikutnya, terjadi Perjanjian Camp David I antara Mesir dengan Yahudi, perjanjian Oslo di Washington, dan Perjanjian Way River.

Didirikan otoritas Palestina sesuai perjanjian yang hanya mencakup Jalur Gaza dan Jericho. Palestina tidak diperkenankan memiliki tentara melainkan hanya polisi saja. Daerah Palestina tersebut tetap diklaim sebagai bagian Israel.

2000 - Perjanjian Camp David II di AS yang akan memberikan seperlima (20%) saja dari total wilayah Palestina.

Israel didukung AS hingga kini melakukan pembantaian dan penguasa negeri-negeri muslim menyerukan perdamaian untuk mendirikan negara Palestina yang hanya 20% dari daerahnya semula.

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Adz-Dzikr (pemberi peringatan) merupakan salah satu dari nama lain Al-Qur'an. Allah menyebut nama Adz Dzikr diantaranya dalam surat Al Hijr (yang artinya): “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS.Al-Hijr/15:9). Adz-Dzikr juga merupakan asal-usul kata dzikir yang menurut syariat Islam berarti mengingat Allah SWT.

3 komentar:

  1. Josssssssssssssss!!!!

    Satu hati bantai israel

    ReplyDelete
  2. walah.. berarti kebiadaban israel dah dari dulu nih...

    ReplyDelete
  3. hmm.. gitu ya.. memang biadab israel !!

    ReplyDelete